Kurang Darah Tidak Sama Dengan Darah Rendah

Seringkali kita menjumpai orang yang memiliki anggapan bahwa apabila dia memiliki darah rendah (tekanan atau tensi darah rendah), maka itu diartikan kurang darah. Sebenarnya istilah ‘kurang darah‘ sangat berbeda dengan ‘tekanan darah rendah‘. Kurang darah adalah istilah awam untuk menyebutkan keadaan dimnana kadar hemoglobin darah (hemoglobin=zat warna merah darah) yang rendah atau kurang dari normal. Hemoglobin tersebut terdapat pada sel darah merah (eritrosit) yang berfungsi untuk membawa oksigen keseluruh organ tubuh. Oleh karena itu apabila seseorang kurang darah (anemia) maka akan mengeluh lemah (fatique) karena oksigen yang ke jaringan dan organ tubuh berkurang.

Sedangkan tekanan darah rendah adalah keadaan dimana tekanan darah dalam pembuluh darah berkurang. Optimalnya tekanan darah seseorang adalah 120/80 mmHg. Angka 120 adalah tekanan sistolik dan 80 adalah tekanan diastolik. Jika tekanan sistolik kurang dari 90 mmHg, maka bisa dikatakan tekanan darahnya rendah. Jadi, kurang darah berbeda dengan tekanan darah rendah.

Untuk diketahui, ada beberapa hal penting yang terkait dengan anemia atau kurang darah ini yaitu:
  • Anemia ada yang bersifat turunan dan ditemukan sejak bayi,
  • Wanita usia subur sering mengalami anemia yang terkait dengan kekurangan zat besi dengan meningkatnya kehilangan darah pada saat haid (menstruasi) juga pada wanita dengan meningkatnya kebutuhan akan zat besi pada masa kehamilan (gravida),
  • Anemia juga bisa terjadi karena beberapa sebab, bisa oleh karena asupan gizi (diet) yang kurang, ataupun karena keadaan medis tertentu seperti penyakit infeksi (cacing, malaria, dll), penderita kanker yang mendapatkan kemoterapi, hipotiroidisme, penyakit ginjal tahap lanjut, lupus, rheumatik artritis dll.

Anemia dikelompokkan dalam 3 kelompok besar, yaitu:
  1. Anemia yang disebabkan oleh perdarahan.
    Perdarahannya biasanya berlangsung lambat dalam jangka waktu yang lama dan sering tak terdeteksi. Ditemukan misalnya pada wasir/hemorrhoid, tukak pada saluran cerna, kanker, obat-obatan (misalnya aspirin), menstruasi dll.
  2. Anemia yang disebabkan oleh menurunnya atau gagalnya pembentukan atau produksi sel darah merah.
    Ini termasuk seperti anemia defisiensi besi, anemia sel sabit (sicle cell anemia), defisiensi vitamin (B12), kelainan sumsum tulang dan stem sel (anemia aplastik, thallasemia), dan
  3. Anemia yang disebabkan oleh penghancuran (yang tidak normal) sel darah merah.
    Contohnya: hemolytic disease of the newborn, toksin (racun) akibat penyakit hati atau ginjal, infeksi, obat-obatan, bisa ular atau laba-laba, gangguan pembekuan darah, dll.

Bagaimana kita bisa mengetahui seseorang menderita anemia? Seseorang yang menderita anemia biasanya memiliki gejala atau keluhan sebagai berikut :
  • Mudah lelah dan hilangnya energi
  • Detak jantung yang cepat tidak seperti biasanya yang terutama muncul pada saat melakukan akifitas fisik yang berat,
  • Napas pendek dan sakit kepala terutama pada saat melakukan aktifitas fisik
  • Sulit untuk berkonsentrasi,
  • Pusing,
  • Kulit pucat, seperti gambar di samping dimana tangan sebelah kiri kelihatan lebih pucat dibandingkan tangan sebelah kanan yang menandakan tangan yang pucat tersebut menderita kurang darah atau anemia,
  • Kram pada kaki,
  • Sulit tidur (insomnia).
Pemeriksaan laboratorium
Untuk memastikan keadaan anemia, jenis atau penyebab anemia dokter akan meminta pemeriksaan laboratorium, antara lain :
  • Kadar hemoglobin (Hb). Pada orang normal, kadar hemoglobin darah adalah 11,5 - 16,0 g/dl untuk wanita dan 13,5 - 18 g/dl untuk pria. Seseorang dikatakan kurang darah atau anemia jika kadar hemoglobin darah
  • Jumlah sel darah merah (eritrosit). Pada orang norma, jumlah eritrosit dalam darah adalah 3,8 - 5,33 juta/mmk untuk wanita dan 4,5 - 6,0 juta/mmk untuk pria.
  • Index eritrosit, yaitu pemeriksaan untuk mengetahui rata-rata volume eritrosit (mean cell volume), rata-rata hemoglobin dalam sel eritrosit (mean cell haemoglobin) dan rata-rata konsentrasi hemoglobin dalam sel eritrosit (mean cell haemoglobin concentration)
  • Gambaran darah tepi, yaitu pemeriksaan laboratorium untuk melihat gambaran sel-sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (lekosit) dan trombosit. Pemeriksaan ini untuk menentukan jenis anemia.
  • Kadar zat besi (Fe) serum, IBC (iron binding capacity)
  • Kadar feritin, semacam protein yang bertugas mengikat dan engangkut zat besi dalam darah.

www.ihsan.co.nr

Baca Juga Yang Ini



0 comments:

Post a Comment