Saya kira sudah sering kita mendengar istilah asam urat. Lalu apa sebenarnya asam urat itu? Asam urat (uric acid) adalah hasil akhir metabolisme purin, sejenis protein. Ia normal ada dalam darah dan kadarnya berbeda-beda untuk setiap orang. Pada orang laki-laki, kadar asam urat yang normal adalah kurang dari 7 mg/dl dan pada wanita kurang dari 6 mg/dl. Peningkatan kadar asam urat dapat terjadi oleh beberapa sebab, yaitu : (1) kelainan metabolisme protein, (2) menurunnya fungsi ginjal dalam membuang kelebihan asam urat, (3) konsumsi makanan yang mengandung purin secara berlebihan.
Kadar asam urat yang tinggi melebihi normal berpotensi menimbulkan gout atau pirai, suatu penyakit peradangan sendi (arthritis) yang akut, kadang-kadang disertai pembentukan kristal natrium urat besar yang dinamakan tophus dan deformitas (kerusakan) sendi secara kronis.
Asam urat yang tinggi dalam darah lama-kelamaan akan tersangkut dalam jaringan-jaringan tubuh dan persendian. Penumpukan asam urat tersebut akan berubah menjadi Kristal asam urat. Kristal asam urat sering ditemukan pada daun telinga, siku, bahu, pergelangan tangan, lutut, punggung kaki, tumit dan paling sering di jempol kaki.
Gejala Gout
Gejala gout seperti encok, tetapi lebih khas, yaitu rasa nyeri seperti tertusuk-tusuk jarum dan menyerang di lebih dari satu persendian.
Gout muncul secara episodik. Biasanya setahun sekali dan mereda dengan sendirinya. Muncul pada malam hari dan cenderung bersifat progresif. Semakin hari semakin bertambah parah terutama jika kadar asam urat darah tinggi tidak segera diturunkan.
Pada saat gout menyerang, persendian memerah, bengkak dan nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum. Gout disertai dengan demam dan badan lesu, ini sangat berbeda dengan encok kebanyakan. Jika gout dibiarkan terus semakin progresif bertahun-tahun bisa merusak persendian. Sendi yang dirusak oleh gout bisa cacat permanen.
Penyakit lain
Selain gout, tingginya kadar asam urat dalam darah juga dapat menyebabkan penyakit kencing batu. Endapan kristal asam urat di saluran kemih akan membentuk batu urat. Jika batu urat tumbuh di ginjal, maka akan menjadi batu ginjal. Kristal urat akan melukai dinding saluran kencing lalu terjadi infeksi. Keadaan ini akan menimbulkan demam, nyeri pinggang, nyeri sewaktu kencing, dan urin bisa saja berwarna coklat atau keruh kemerahan.
Jika pembentukan batu urat dibiarkan, kerusakan pada ginjal akan bertambah parah. Fungsi ginjal terganggu dan lama-lama bisa gagal ginjal. Tekanan darah juga bisa meninggi akibat gangguan pada ginjal.
Lalu, hal-hal apa yang perlu dilakukan terkait masalah asam urat ini?
- Diet rendah purin. Diet ini intinya adalah tidak berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung purin. Ada baiknya kita perhatikan golongan makanan yang mengandung purin seperti berikut ini :
- Golongan tinggi purin (tidak boleh dikonsumsi oleh penderita gout) : udang, ginjal, hati, jantung, otak, kerang, ikan sardine, ikan hering, kaldu daging dan daging angsa.
- Golongan purin sedang (dikonsumsi secukupnya) : jenis ikan-ikan lain, daging sapi, semua jenis unggas, jamur, asparagus, bayam, kembang kol, kacang-kacangan, buncis.
- Golongan rendah purin (bebas dikonsumsi ) : susu, telor, keju, tempe, buah-buahan, sayut-mayur (kecualai bayam, jamur, kembang kol, asparagus, kacang-kacangan, buncis).
- Mengkonsumsi karbohidrat kompleks yang tinggi karena dapat memacu pembuangan kelebihan asam urat dalam darah. Sehari dianjurkan mengkonsumsi karbohidrat kompleks tidak kurang dari 100 gram. Bahan makanan pokok umumnya merupakan sumber karbohidrat kompleks yang potensial diantaranya nasi, roti singkong, ubi jalar. Namun batasi konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula, permen, arumanis dan sebagainya.
- Membatasi konsumsi makanan berlemak/minyak karena lemak/minyak menggangu pembungan asam urat ke luar tubuh.
- Banyak minum air putih karena dapat melarutkan asam urat dalam darah sehingga kembali normal. Selain dari minuman, cairan juga dapat diperoleh dari banyak mengkonsumsi buah-buahan segar.
- Menjaga agar badan tidak mengalami kegemukan (obesitas)
- Hindari trauma mekanis pada otot dan persendian, cegah agar tidak terjadi benturan, atau pukulan pada persendian.
- Jauhkan tubuh dari paparan hawa dingin.
- Untuk meredakan encok asam urat sebaiknya tidak memilih obat-obatan yang dapat meninggikan asam urat, seperti golongan asam salisilat (misalnya aspirin), diuretik, thiazid dan niasin.
- Tidak mengkonsumsi alkohol karena alkohol merupakan salah satu sumber purin dan juga dapat menghambat pembuangan purin melalui ginjal.
- Melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk mengetahui kadar asam urat darah.
Asam urat darah yang tinggi harus diturunkan. Selain dengan diet makanan seperti tersebut di atas, banyak minum, perhatikan jenis obat yang dapat meninggikan asam urat, perlu minum obat anti urat juga, misalnya allopurinol. Biasanya obat anti urat ini tidak diminum terus. Begitu kadar asam urat turun, pengobatan boleh dihentikan.
Bagi yang berbakat asam urat tinggi, perlu lebih waspada. Bagi golongan ini, tidak mengkonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi pun, asam urat darah tetap saja meninggi. Jika demikian, perlu untuk memeriksa kadar asam urat darahnya dan mungkin perlu terus mengkonsumsi obat anti urat, tentu saja dengan pengawasan dokter.




3 comments:
mas klo asam urat berhubungan dengan usia ga?mksudnya semakin tua semakin mudah terserang asam urat, ato yg muda jg bs terkena asam urat?
hill@ : asam urat tidak berhubungan dengan usia, tapi lebih ke pola hidup dan ada yang bersifat genetis atau keturunan. Encok gout karena asam urat perlu dibedakan dengan gout palsu (pseudo gout) yang sering diderita lanjut usia. Gout jenis ini karena pengapuran pada sendi, biasanya lutut.
Asam urat bisa diminimalisir dengan olah raga nggak, Mas?
Post a Comment