Sehat Dengan SETIK (bagian 2)

Melanjutkan postingan terdahulu, kali ini saya akan menyampaikan kiat sehat dengan cara mengendalikan emosi. Semoga bermanfaat.
Emosi adalah istilah yang digunakan untuk keadaan mental dan fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan, pikiran, dan perilaku. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subjektif, atau dialami berdasarkan sudut pandang individu. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati, temperamen, kepribadian, dan disposisi. (Wikipedia, ensiklopedia bebas)


Emosi adalah sifat alamiah yang dimiliki oleh manusia. Ada dua jenis emosi, yaitu emosi yang bersifat positif dan emosi yang bersifat negatif. Emosi yang positif misalnya cinta, kasih sayang, rasa, seni, dsb. Emosi negatif misalnya marah, benci, dendam, iri hati, dengki, buruk sangka, dsb. Emosi yang negatif merupakan penyakit rokhani, yang jika tidak tidak tidak dikendalikan bisa berbahaya bagi kesehatan mental dan bahkan jasmani.

Marah. Marah merupakan reaksi alamiah seseorang ketika batas-batas emosi yang dimiliki telah terganggu atau terancam. Contohnya ketika sedang menghadapi masalah pribadi, sedang mengingat peristiwa yang mengganggu pikiran, kecewa, merasa terancam, merasa diperlakukan tidak adil,dsb.

Benci. Benci atau kebencian adalah merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, atau antipati terhadap seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya. Kadangkala kebencian dideskripsikan sebagai lawan daripada cinta atau persahabatan; tetapi banyak orang yang menganggap bahwa lawan daripada cinta adalah ketidakpedulian.

Dendam. Dendam berawal dari rasa benci, mengandung permusuhan didalam batin dan menanti-nanti waktu yang terbaik untuk melepaskan dendamnya, menunggu kesempatan yang tepat untuk membalas sakit hati dengan mencelakakan orang yang di dendam.

Iri hati. Iri hati adalah perasan tidak senang akan rejeki dan nikmat yang diperoleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang boleh dilakukan adalah iri dalam hal kebaikan, seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari.

Dengki. Dengki adalah perasaan tidak senang melihat orang lain bahagia. Orang yang memiliki sifat dengki akan selalu berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut.

Buruk Sangka. Buruk sangka adalah perasaan curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas.

Orang yang senantiasa memelihara emosi negatif, hidupnya tidak akn pernah tenang. Setiap hari ia sibuk memikirkan keadaan orang lain yang membuatnya gelisah dan sangat mungkin stress.

Stress dapat memicu terjadinya penyakit fisik, seperti jantung sering berdebar-debar karena memompa darah lebih cepat, pening dan perut bergolak seperti mau muntah. Bila tingkat stresnya lebih tinggi bisa menimbulkan mag (karena produksi asam lambung menjadi meningkat), hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mengapa bisa begitu? Terdapat hubungan saling yang saling mempengaruhi dalam otak, sehingga suatu peristiwa yang diterima bagian otak tertentu akan memengaruhi bagian otak lain yang mengatur metabolisme tubuh.

Gangguan kesehatan fisik yang lain akibat stress adalah :

Pain symptom. Gangguan ini berwujud sakit kepala yang terus-menerus, sakit perut berlebihan, jadwal menstruasi mundur/maju terus dan sebagainya.

Gastrointestinal symptom. Gangguan yang ditimbulkan berupa mual, muntah, diare, dan intoleransi pada makanan tertentu.

Sexual symptom. Gangguan pada pria umumnya berupa disfungsi ereksi. Sedangkan pada wanita jadi sulit sekali terangsang, menstruasi tidak teratur, bahkan beberapa ada yang mengalami perdarahan luar biasa sewaktu datang bulan.

Pseudoneurological symptom. Gangguan ini lebih parah lagi, yaitu kelumpuhan/paralisis, kesulitan mengunyah, halusinasi, kebutaan, ketulian, bahkan kehilangan kesadaran.

Hipokondria symptom. Yang bersangkutan selalu merasa tubuhnya sakit padahal sebenarnya tidak apa-apa. Beberapa bahkan mendikte dokter untuk mendukung "khayalannya" bahwa ia sedang sakit.

Nah, supaya tidak menimbulkan gangguan-gangguan seperti di atas, maka emosi perlu dikendalikan dan berupaya menghindari stress. Tips-tips berikut ada baiknya untuk dicoba :

> Selalu berpikir positif. Setiap masalah yang ada jangan hanya dilihat pahitnya saja, tapi ambillah hikmah di balik kepahitan itu.

> Berbagi perasaan dan pikiran dengan orang-orang terdekat, keluarga, teman. Jangan suka memendam suatu perasaan.

> Membuka cakrawala pandang dengan banyak membaca buku, koran atau majalah; nonton teve; mendengarkan radio; ngobrol dengan tetangga, dsb. akan menyadarkan kita bahwa ternyata ada orang-orang yang memiliki masalah serupa, bahkan mungkin lebih parah daripada kita.

> Merenung dan introspeksi diri. Ini bermanfaat untuk dapat melihat dan memaknai setiap masalah yang dihadapi, kemudian meramu formula apa yang baik untuk mensikapinya.

> Selalu bersyukur atas apa yang dicapai/diterima

> Banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan. Berdo'a pada hakekatnya adalah menghadirkan Tuhan dalam diri kita, sehingga akan ada aliran energi positif yang dapat menenangkan hati.

Dengan demikian hati menjadi lebih tenang, pikiran menjadi lebih segar, emosi terkendali, dan penyakit (rohani dan fisik) pun dapat dihindari.

Bagaimana menurut Anda?

www.ihsan.co.nr

Baca Juga Yang Ini



0 comments:

Post a Comment